Text

11.11 am

Pagi ini aku terbangun dalam keadaan menangis. Sesenggukan,

Aku bisa mengingat jelas setiap detail mimpi yang aku alami tadi malam bahkan jika ada yang menanyakan. Rasanya terlalu realistis dan menyedihkan.

Bukan kali pertama aku terbangun dalam keadaan menangis, sesenggukan, Aku ingat dulu aku menangis karena aku bermimpi ditinggal pergi Ibuk. Atau pernah juga bermimpi aku dijauhi sahabat-sahabatku. Di lain waktu, aku bermimpi melihat sahabatku menangis patah hati, dan aku ikut sedih karenanya. Tadi malam, aku bermimpi kamu. Kita hanya mengobrol biasa, duduk berhadap-hadapan, kamu tidak kemana-mana dan terasa sangat nyata. Kamu bahkan menjawab semua pertanyaan tak terjawabku selama ini. Tapi, sedihnya melebihi semua mimpi terdahulu.

Aku terbangun subuh tadi, dalam keadaan menangis sesenggukan. Dan sampai detik ini, aku belum berhenti, menangis sesenggukan.

Aku sendirian, dan kehilangan.

Quote
"It’s never too late to apologize, it’s just too late to fix everything."
Quote
"Bukan lamanya waktu yang bisa mengubah, tapi apa yang dia alami selama menghabiskan waktu itu."
Quote
"Sebanyak apapun orang tanya pendapat orang lain, sehebat apapun jawabannya, pada akhirnya orang bakalan percaya sama apa yang dia yakini."

— Kalau kata Bambo sih, “kamu sebenernya udah tau jawabannya, kamu cuma nyari dukungan” :))

Quote
"Karena hidup nggak sesederhana teorinya."

— Sudahkah anda mempraktikkan nasehat anda sendiri?

Quote
"God determines who walks into your life. It is up to you to decide who you let walk away, who you let stay, and who you refuse to go."

— read it on facebook.

Quote
"Sesempurna apapun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tidak mungkin kamu sembunyikan."

— Filosofi Kopi (Dewi Lestari)

Quote
"Kita saling mencari, tapi lupa caranya menemukan."
Photo
I want more, dear you.

I want more, dear you.

Quote
"Anda tidak pernah menahan, tapi saya tidak pernah bisa benar-benar pergi."